Tips Tentang Keamanan & Privasi Berinternet

Tips Tentang Keamanan & Privasi Berinternet

Ketika berkata tentang privasi berinternet, tidak terdapat satu penyelesaian yang sesuai untuk seluruh orang. Itu sebabnya, pemakai mesti mempunyai kontrol untuk masing-masing data yang dipakai di internet.

Untuk memberikan ketenteraman lebih pada pemakainya, Google memperkuat teknologi ketenteraman internal guna mendeteksi dan mengayomi seluruh pemakai terhadap ancaman online yang berkembang.

Salah satunya ialah fitur Verifikasi 2 Langkah. Fitur ini menolong mencegah siapa juga yang tidak mempunyai akses ke akun kita dengan mengharuskan Anda menggunakan hal sekunder di samping nama pemakai dan sandi guna login ke akun. Misalnya, pada Google, urusan ini bisa berupa kode 6 digit yang diciptakan oleh software Google Authenticator atau perintah di Google app kita untuk mengamini proses login dari perlengkapan dipercaya.

Disamping itu, guna mengayomi pemakai dari ancaman phising (upaya guna menipu supaya memberikan informasi individu yang sangat urgen seperti sandi akun), Google menciptakan fitur Safe Browsing dan Enkripsi HTTPS yang pun dapat dipakai untuk mengayomi pemakai dari situs, aplikasi, dan iklan yang berisiko. Hal ini dilakukan, untuk menciptakan Internet menjadi lebih aman untuk semua orang.

Lewat program #JagaPrivasimu yang dilaksanakan oleh Google dalam rangka menambah kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga ketenteraman dan privasi saat berinternet, inilah 10 tip yang butuh Anda ketahui guna pengamanan privasi.

1/ Berhati-hatilah terhadap pesan yang meminta informasi individu dan tidak boleh menyalurkan data individu orang beda tanpa seizin orang tersebut. Jangan klik link atau balas pesan memunculkan kecurigaan berbentuk apapun yang meminta informasi individu seperti nama lengkap, nama ibu, alamat rumah, email, tanda pengenal diri, sandi, nomor tabungan bank atau nomor kartu kredit, bahkan tanggal lahir. Bahkan andai pesan itu dikirim oleh website yang kita percaya, laksana situs bank, tidak boleh pernah klik link atau menjawab pesannya. Ingatlah, website dan layanan sah tidak bakal pernah mengirim pesan guna meminta mengirim sandi atau informasi finansial via email.

2/ Selalu pastikan validitas URL atau link yang mencurigakan. Jangan pernah klik link mencurigakan, karena dapat jadi link tersebut mengandung halaman login palsu produksi hacker yang tampak resmi. Pastikan URL link yang bakal Anda akses ialah situs yang sah yang dimulai dengan “https”. Situs palsu menciptakan Anda terjebak phising.

3/ Jangan instal software berbahaya di ponsel. Selalu unduh software seluler dari sumber terpercaya. Bagi memaksimalkan perlindungan data, hapus software yang bukan lagi digunakan, baca kepandaian privasi, aktifkan fitur update otomatis dan melulu berikan akses data sensitif ke software terpercaya.

4/ Jaga supaya software tidak jarang kali yang terbaru. Selalu pakai software teranyar untuk browser, sistem operasi, plugin, dan editor dokumen. Saat anda menerima notifikasi guna meng-update software, lakukanlah sesegera mungkin. Perhatikan kapan anda perlu meng-update software, sejumlah layanan laksana browser Chrome, akan dimodernisasi secara otomatis.

5/ Waspadai peniru identitas. Jika kita menerima email dari seseorang yang kita kenal namun isi pesannya tampak aneh, dapat jadi akun kenalan Anda telah diretas. Jangan balas pesan atau klik link apapun yang diberikan. Perhatikanlah hal-hal yang memunculkan kecurigaan seperti: Pesan yang meminta uang sebab keadaan darurat;
mengaku sedang terjebak di negeri orang dan tidak dapat pulang;
mengaku bahwa ponselnya dicopet dan tidak dapat ditelepon.

6/ Pegang kendali terhadap data di akun Google Anda. Dengan Akun Google, Anda dapat mendapatkan informasi serta menata setelan privasi dan ketenteraman di satu tempat. Fitur ‘Dasbor’ dan ‘Aktivitas Saya’ menyerahkan transparansi data yang dikoleksi dari kegiatan Anda di semua layanan Google.

7/ Gunakan jaringan dan koneksi yang aman sebelum memasukkan informasi sensitif. Berhati-hatilah saat memakai WiFi publik. Jaringan ini barangkali saja tidak dienkripsi sampai-sampai siapapun yang terdapat di jaringan tersebut dapat memantau kegiatan Anda di Internet. Apabila Anda mesti memasukan informasi sensitif, pastikan koneksi ke website yang kita kunjungi tersebut aman, andai situs itu aman browser laksana Chrome, akan memperlihatkan ikon gembok berwarna abu-abu di kotak URL.

8/ Lindungi diri dengan sandi yang kuat. Jangan memakai satu sandi yang sama di akun yang berbeda. Gunakan gabungan huruf, angka, tanda baca dan simbol tipografi laksana “@!AB2-4#%” supaya sulit diprediksi dan dirangkai oleh botnet.
Selalu ganti (refresh) password pada perangkat/gawai komputer, smartphone, wifi router secara rutin/periodik (30, 60 atau 90 hari). Jangan pakai Default Password. Segera ganti password yang diserahkan pabrik (Factory set default password). Jangan menyimpan password sembarangan di lokasi yang diakses umum atau orang lain. Hindari password yang mudah diprediksi seperti tanggal lahir, nama pasangan, nama sekolah dan lainnya.

9/ Utamakan ketenteraman dengan Verifikasi 2 Langkah. Amankan akun dengan verifikasi 2 Langkah. Fitur ini menambahkan lapisan keamanan tambahan ke akun Anda. Menyiapkan Verifikasi 2 Langkah dapat mengurangi peluang akses tidak sah ke akun anda secara signifikan. Bagi menyiapkan Verifikasi 2 Langkah di Akun Google mu, kunjungi g.co/2sv.

10/ Cek Google safety center: https://safety.google/intl/id/. Bagi tahu lebih rinci mengenai teknik menjaga privasi dan keamanan anda saat memakai internet.

http://www.clubrunner.ca/CPrg/home/redirect.asp?url=https://www.pelajaran.co.id