STUDI KORELASI DISIPLIN BELAJAR

STUDI KORELASI DISIPLIN BELAJAR

STUDI KORELASI DISIPLIN BELAJAR
STUDI KORELASI DISIPLIN BELAJAR

Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. (UU No. 20/2003, pasal 1 Ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional) (Sugiyono, 2010 : 42). Sehingga dalam pelaksanaannya guru diharuskan dapat mendidik, mengajar dan melatih agar penguasaan mated dan konsep yang ditujukan dari undang-undang tersebut terlaksana.
Perkembangan pendidikan khususnya di Indonesia dari tahun ke tahun sering mengalami perubahan dengan maksud untuk menyesuaikan diri terhadap kemajuan dan tantangan zaman guna menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia. Kerjasama yang harmonis dan dinamis antara pemerintah, masyarakat, dan orangtua pada bidang pendidikan akan memberikan kontribusi yang tidak kecil bagi keberhasilan proses pendidikan untuk meraih masa depan anak yang lebih baik.
Ada sekian banyak hal yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, dari perubahan kurikulum hingga berbagai pelatihan yang bertujuan untuk mendidik dan meningkatkan kualitas guru. Sehingga dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya terpusat pada guru saja, akan tetapi semua yang berhubungan dengan proses belajar mengajar pun akan mempengaruhinya. Dari siswa, guru, lingkungan belajar, orang tua, disiplin belajar dapat mempengaruhi hasil dari pembelajaran tersebut.
Proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal, salah satu bentuk dari pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah kegiatan belajar mengajar.
Adanya ketekunan, keterampilan, minat, motivasi, keyakinan, kedisiplinan, baik disiplin dalam mematuhi tata tertib maupun disiplin dalam belajar adalah suatu bagian dari usaha untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. Belajar perlu adanya kontinuitas, yaitu belajar secara bertahap, terus-menerus. Setelah keteraturan dan kontinuitas dalam belajar juga memerlukan kebiasaan yang baik dalam dirinya. Kalau cara belajar yang baik telah menjadi kebiasaan, maka keteraturan dan disiplin tidak akan terasa lagi sebagai beban yang berat.
Disiplin belajar merupakan kondisi yang menentukan keberhasilan seseorang dalam proses belajar. Disiplin akan membuat seseorang tahu dan dapat membedakan hal-hal yang seharusnya dilakukan dan yang tidak dilakukan. Nilai-nilai kepatuhan dari seseorang yang memiliki disiplin tinggi menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari.
Disiplin yang mantap pada dasarnya akan tumbuh dari kesadaran manusia. Anak yang berdisiplin tinggi akan memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik. Disiplin juga membantu siswa mengembangkan pengendalian diri, sehingga mereka dapat mengembangkan hati nurani untuk membimbing tindakan mereka. Orang-orang yang selalu menempatkan disiplin diatas semua tindakan dan perbuatannya akan berhasil dalam belajar dan berkarya.
Dengan kesadaran yang tinggi akan kedisiplinan dalam belajar seorang siswa dapat ditumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap pentingnya belajar. Dari uraian di atas dapat dipersepsikan bahwa siswa yang memiliki disiplin belajar tinggi akan mendapatkan prestasi belajar yang optimal pula, sedangkan siswa yang disiplin belajarnya kurang, maka prestasi belajarnya pun akan berkurang.
Kenyataan di lapangan yaitu di SDN X, setelah peneliti wawancara dengan bapak Kepala Sekolah SDN X mengungkapkan di lingkungan sekolah hampir tidak ada siswa yang terlambat datang ke sekolah, siswa siap mengikuti pelajaran, rata-rata siswa yang mengerjakan pekerjaan rumah di rumah. Perhatian siswa terhadap guru saat menyampaikan mated cukup tinggi, siswa mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan oleh sekolah, kesungguhan siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Dari tingginya disiplin belajar itu menyebabkan siswa mampu menjawab pertanyaan yang menuntut siswa berpikir lebih, sehingga prestasi belajar yang diraih sangat memuaskan.
Peneliti tertarik dengan masalah tersebut, karena dalam masalah ini peneliti mempunyai anggapan bahwa disiplin belajar mempunyai korelasi yang positif dengan prestasi belajar. Dengan disiplin belajar yang baik dan penerapan yang baik pula, maka akan diperoleh prestasi belajar yang memuaskan. Dari latar belakang di atas peneliti tertarik untuk membahas judul “STUDI KORELASI DISIPLIN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV”.

Sumber : https://lakonlokal.id/social-media-marketing/