Sterilisasi Air Minum

Sterilisasi Air MinumSterilisasi Air Minum

Cara mensterilisasi air minum yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Pemasakan atau Pendidihan Air
Pemasakan atau pendidihan air adalah sistem sterilisasi air minum dengan cara memanaskan air sampai mendekati suhu 1000C, dengan cara pemanasan ini diharapkan bekteri-bakteri, virus dan protozoa akan mati karena pengaruh suhu yang tinggi.
2. Filter Keramik
Filter karamik bekerja setelah air mengalir melalui suatu keramik yang memiliki celah-celah yang sangat kecil untuk menyaring kontaminan besar.
Keistimewaannya :
a. Menyaring partikel-partikel besar
b. Kadar bakteri berkurang dalam waktu singkat
c. Filter keramik dapat dipakai ulang.
Kekurangannya :
a.    Tidak efektif dalam menghilangkan kontaminan organik atau sebagian besar kontaminan non organik.
b. Tidak mampu membunuh virus atau segala jenis bakteri
c. Harus sering dibersihkan dan dilap dengan obat disinfektan.
3. Pot Mineral
Air yang dituangkan ke dalam bejana yang berisi tumpukan batu karang dan batu kapur untuk menambah mineral dalam kandungan air. Sistem ini tidak mampu menghilangkan atau mematikan kontaminan kimiawi, bakteri maupun virus.
Keistimewaannya :
a. Tidak perlu memasang alat
b. Menambah unsur magnesium dan kalsium dalam air.
Kekurangannya :
a. Tidak efektif menghilangkan mikroorganisme, kontaminan organik maupun non organik.
b. Arus air yang mengandalkan gravitasi terlalu lamban dan tidak efektif.
4. Filter Hollow Fiber
Sistem pengolahan dengan teknologi fiber berlubang menggunakan pembuluh-pembuluh fiber dengan lubang berukuran 0,1 hingga 0,2 mikron untuk menyaring butir-butir pasir, sedimen dan kontaminan lain. Fiber yang baru dan bersih juga mampu menyaring bakteri.
Keistimewaannya :
a. Efektif menyaring partikel-partikel kecil
b. Kadar bakteri berkurang dalam waktu singkat.
Kekurangannya :
a. Tidak efektif menghilangkan bakteri yang berdaya tahan tinggi
b. Tidak efektif menghilangkan virus, kontaminan organik, dan sebagian besar kontaminan kimiawi non organik.
c. Mudah tersumbat.
5. Generator Alkaline
Alkaline Water Generators menggunakan aliran listrik untuk menghasilkan air asam atau air alkaline. Pemasar sistem ini pada umumnya menyatakan air alkaline dapat diminum, dengan berdalil bahwa air seperti itu lebih mudah diserap sel tubuh dan bahwa air asam dapat digunakan untuk membersihkan kulit. Pada kenyataannya, hal itu belum terbukti secara klinis, khususnya tentang khasiat air asam dan alkaline untuk tujuan seperti itu.
Keistimewaannya adalah air yang diklaim lebih mudah diserap sel tubuh.
Kekurangannya :
a. Tidak melenyapkan bekteri, zat-zat kimiawi organik maupun non organik, partikel-partikel kecil, bakteri, maupun virus.
b. Pada umumnya kurang didukung dengan pembuktian yang kuat.
6. Penyulingan Distilasi
Dalam metode ini, air dipanaskan hingga menguap sekaligus membunuh bakteri dan virus serta memisahkannya dari kontaminan-kontaminan berat. Uap dikondensasikan menjadi air kembali, lalu dikeluarkan dari sistem tersebut ke dalam suatu penampungan.
Keistimewaannya :
a. Mengurangi chlorine
b. Mengurangi kontaminan non organik
c. Mengurangi bakteri dan virus
d. Mengurangi kontaminan organik bermolekul besar.
Kekurangannya :
a. Menghilangkan mineral yang bermanfaat
b. Harus menghasilkan tenaga panas yang tinggi
c. Berpotensi mengakibatkan air terasa hambar
d. Terasa lamban, kurang praktis dan mahal
e. Tidak mampu menghilangkan beberapa senyawa organik tertentu yang memiliki tingkat rebus yang rendah (misalnya : Choroform).