Shaum Haram

Shaum Haram

Shaum Haram

Shaum haram adalah shaum yang diharamkan terhadap umat Islam untuk melakukannya. Tidak akan mendapat pahala ketika dilakukannya, tetapi menjadi dosa untuk dirinya, karena tidak ada perintah dan contoh yang dilakukan oleh Rasulullah dalam pelaksanaannya.

Adapun shaum yang diharamkan di antaranya:

  1. a)Haram shaum pada dua hari raya yaitu: ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha
  2. b)Haram shaum pada hari-hari Tasyriq yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan Haji, hari-hari itu merupakn momentum bagi umat islam untuk membebaskan manusia dari kelaparan. Jangan sampai pada hari itu masih ada orang yang menangis karena perutnya lapar.
  3. c)Haram shaum dihari Syak, yaitu hari yang diragukan apakah sudah tanggal 1 Ramadhan atau belum.
  1. Shaum Makruh

Shaum makruh adalah shaum yang tidak dilegalkan oleh Rasulullah Saw, karena tidak mengikuti kaidah-kaidah shaum seperti yang disyaratkan oleh Islam.

Shaum makruh di antaranya:

  1. a)Shaum di atas tanggal 15 Sya’ban atau dua hari sebelum Ramadhan (bagi orang yang tidak biasa bershaum sunnat)
  2. b)Shaum Abad atau Dahr, yaitu shaum terus menerus sepanjang masa (Tidak buka yaitu shaum berturut-turut setiap hari)
  3. c)Shaum khusus hari Jum’at atau hari Sabtu saja.

 

2.3.KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

Melaksanakan shaum Ramadhan hukumnya wajib. kata Ramadhan berasal dari bahasa ‘Arab yang artinya sangat terik atau panas membakar. Menurut Zamahsyari dalam Rowa’iul Bayan halaman 190 istilah ini didasarkan atas kebiasaan menamai bulan sesuai dengan iklim yang dilaluinya karena pada bulan tersebut kondisi arab pada saat itu sangat panas sekali yang membakar tumbuhan dan pasir, maka dinamakan dengan Ramadhan.

Tetapi dalam Al-Qur’an, sebutan Ramadhan berkaitan dengan misi risalah dan program pembinaan yang dikandungnya seperti dalam ayat berikut:

شَهْرُ رَ مَضَا نَ ا لَدِ يْ اُنْزِ لَ فِيْهِ ا لْقُرْا نُ هُدً ى لِلنَا سِ وَ بَيِنتٍ مِنَ ا لْهُد ى وَ الْفُرْ قَا نِ

Artinya:

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk-petunjuk tersebut dan pemisah antara yang haq dan yang bathil”. (QS.Al-Baqarah ayat 185)

Puasa Ramadhan mula-mula diwajibkan pada tahun kedua dari Hijrahnya Nabi Saw. Adapun cara menentukan masukknya bulan Ramadhan;

  1. Dengan Ru’yah Hilal, adalah melihat awal bulan Ramadhan dengan pandangan mata.
  2. Dengan Hisab (perhitungan)

2.4.KEWAJIBAN DI BULAN RAMADHAN

Adapun yang termasuk kewajiban dibulan Ramadhan, ialah:

  1. Menyegerakan berbuka, apabila telah yakin dengan adanya tanda atau alat bahwa Maghrib telah dating(masuk) dengan tenggelamnya matahari, maka segeralah berbuka. Rasulullah Saw bersabda:

“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka shaum”.

  1. Berbuka dengan ruthbah, yaitu kurma setengah masak, bila tidak ada kurma maka dengan yang manis, kemudian air.
  2. Berdo’a bila berbuka puasa, sebagaimana do’a yang dianjurkan oleh Nabi Saw.
  3. Makan sahur, karena sahur dapat menambah semangat dan kekuatan, makan sahur disunatkan di akhirkan.
  4. Bagi yang berhadats besar (junub) sunnat mandi wajib sebelum shubuh supaya ketika memasuki waktu shaum sudah dalam keadaan suci.
  5. Memperbanyak sedekah dan amal-amal yang lainnya.
  6. Memberikan makanan untuk berbuka.
  7. Memperbanyak membaca Al-Qur’an.
  8. Melakukan I’tikaf dan menanti Laitul Qadar di mesjid.
  9. Menjauhi sifat-sifat yang tercela.