Sekolah Rusak, Tunggu APBN 2019

Sekolah Rusak, Tunggu APBN 2019

Sekolah Rusak, Tunggu APBN 2019
Sekolah Rusak, Tunggu APBN 2019

Keberadaan sekolah di Kabupaten Bandung ternyata masih jauh dari kata layak. Sebab, berdasarkan sidak Wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri Papak Manggu dan Patuha di Kecamatan Pasirjambu sangat memprihatinkan.

Dia mengaku, banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa beberapa kondisi sekolah banyak yang rusak dan minta segera diperbaiki. Sehingga, perlu adanyanya pendataan yang sesuai dengan kondisi dilapangan.

“Setelah mendapatkan laporan dari warga dan orang tua siswa di SDN Papak Manggu dan Patuha

. Kedua sekolah tersebut memang rusak,”kata Gun Gun kepada wartawan di Soreang kemarin, (17/10)

Menurutnya, kerusakan ruangan kelas di dua sekolah dasar negeri tersebut, menjadi gambaran umum sebagian kondisi sekolah tingkat dasar dan menengah di Kabupaten Bandung. Hal ini tentu menjadi perhatian kebijakan prioritas pembangunan infrastruktur pendidikan.

Gun Gun mengaku prihatin dengan kondisi sekolah SDN Papak Mangggu yang kondisi ruang kelasnya rusak, atapnya pada bocor, lantainya juga sudah mengelupas. Bahkan, untuk kondisi sekolah di Patuha tidak jauh berbeda. Terlebih, SDN Patuha siangnya dipakai oleh SMP terbuka.

Untuk itu, orang nomer dua di Kabupaten Bandung ini memerintahkan kepada Dinas Pendidikan

Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi mengenai rehabilitasi ruang kelas yang menjadi kewenangannya.

Gun Gun menegaskan, untuk urusan pembangunan pendidikan seharusnya sudah menjadi prioritas perbaikan. Sebab, pendidikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan Disdik tidak mengetahui kondisi sekolah-sekolah di Kabupaten Bandung seperti apa.

“Dinas Pendidikan saya minta menjelaskan kenapa kondisinya seperti ini, ini seharusnya mnejadi prioritas untuk diperbaiki,”cetus dia.

Kendati begitu, berdasarkan informasi memang kedua sekolah itu sudah ada rencana perbaikan

dengan menggunakan sumber anggaran dari APBN, tapi karena kebutuhan mendesak seharusnya bisa dipercepat dengann dianggarkan di APBD.

Dia menambahkan, untuk menjaga kualitas bangunan sekolah latak digunakan sebaiknya ketika membangun ruang kelas baru harus diperhatikan adalah penggunaan bahan baku yang sesuai deng spesifikasikanya. Sebab, kalau tidak bangunan sekolah tidak akan kuat terlalu lama dan mengalami rusak kembali.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Maman Sudrajat beralasan, pada 2019 sudah ada rencana perbaikan ruang kelas yang rusak yang dibiayai APBN dan APBD Kabupaten Bandung.

 

Baca Juga :