PTKIN Harus Jawab Kebutuhan Literasi Keagamaan Kaum Milenial

PTKIN Harus Jawab Kebutuhan Literasi Keagamaan Kaum Milenial

PTKIN Harus Jawab Kebutuhan Literasi Keagamaan Kaum Milenial
PTKIN Harus Jawab Kebutuhan Literasi Keagamaan Kaum Milenial

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus menjawab kebutuhan literasi keagamaan kaum milenial. Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Rapat Koordinasi PTKIN 2019, di Jakarta.

Menurut Menag umumnya generasi milenial tidak lagi mendapatkan informasi dari bahan cetak dan mereka bisa berjam-jam mengunakan gadget.

“Anak-anak kita sebagian besar tidak lagi membaca buku. Materi keislaman seperti apa yang perlu disampaikan kepada generasi milenial dengan medium digital di dunia akademik? Ini perlu dipikirkan,” kata Menag, Kamis (21/02).

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Pemerintah Putuskan KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia
Menkumham Tandatangani Pencabutan Bebas Visa Warga China ke Indonesia
Wacana Pulangkan 600 WNI eks ISIS, Tagar #TolakEksWNIproISIS Menggema
1.020 Orang Sembuh dari Virus Corona, China Berterimakasih pada Indonesia

Inovasi ini menurut Menag perlu dilakukan, mengingat PTKIN seharusnya

menjadi sumber keilmuan paling otoritatif terkait permasalahan keagamaan dan kehidupan beragama. Maka setiap kajian terkait kehidupan keagamaan yang dilakukan oleh PTKIN, perlu menyebar secara masif di masyarakat.

“Tolong dipikirkan agar keberadaan PTKIN benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Menag.

“Kita mestinya hadir. Agar orang bisa mengerti tentang Islam.

setidaknya memamahi apa sih wawasan tentang Islam,” sambung Menag

Di samping itu, Menag juga menambahkan perlu dibuat event yang menarik untuk menyebarkan literasi keagamaan kepada masyarakat luas.

“Misalnya, Festival International Book Fair tentang literatur keagaman dunia

, sambil menghadirkan tokoh-tokoh internasional yang memiliki reputasi tinggi dan membedah bukunya,” usul Menag.

Menag juga menuturkan saat ini Indonesia dikenal dunia dan menjadi contoh model pengembangan keislaman dan kajian keilmuan. Maka menurutnya, penting bagi PTKIN untuk menyusun direktori serta daftar literatur yang dimiliki oleh PTKIN agar dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak.

 

Baca Juga :