Prodi Fisika FKIP Unpatti Peduli Dengan Masyarakat Banda

Prodi Fisika FKIP Unpatti Peduli Dengan Masyarakat Banda

Prodi Fisika FKIP Unpatti Peduli Dengan Masyarakat Banda
Prodi Fisika FKIP Unpatti Peduli Dengan Masyarakat Banda

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura, program studi Pendidikan Fisika menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Banda, dengan melibatkan 80 mahasiswa dan 25 dosen FKIP Unpatti.

Ketua panitia pelaksanan, David Tuhurima, S.Pd. M.Pd saat ditemui

di Kampus Unpatti Ambon, Selasa (23/7/2019) mengatakan, program studi Pendidikan Fisika FKIP Ambon akan melaksanakan serangkaian kegiatan yang dipusatkan di P. Banda, karena dinilai sangat rentan dan rawan bencana.

Kegiatan ini melibatkan 80 orang mahasiswa dan 25 dosen FKIP Unpatti dengan materi, Sosialisasi Mitigasi Bencana Vulkanologi dan Sosialisasi Peta Bencana Geologi berdasarkan posisi atau letak Pulau Banda.

Selain itu juga ada seminar pendidikan kepada guru-guru pembelajaran IPA Fisika berbasis ICT, serta Mitigasi Bencana Alam berbasis pembelajaran IPA Fisika, yang akan berlangsung di SMA Negeri 2 Banda, juga para siswa SD dan SMP masuk dalam pegelaran kegiatan Ranking 1 dengan tempat pelaksanaan SMP Negeri 2 Banda.

Menurutnya, seluruh kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Banda Besar, tepatnya negeri Administratif Bolyauw dan negeri Administratif Waling Spanciby kecamatan Banda.

Untuk kegiatan sosialisasi melibatkan 70 orang guru dari 7 sekolah setempat diwakili masing-masing sekolah 10 guru yaitu : SMA Negeri 1, SMAN 2 Banda, MAN Maluku Tengah, SMPN 1 dan SMPN 2 Banda, SMP PGRI, dan MTs Al,Hilal Neira.

Sedangkan untuk kegiatan Ranking 1 melibatkan SD Negeri

1, 2, 3, 4 dan 5 Banda, SMPN 1 dan SMPN 2 Banda, SMP PGRI dan MTs Al, Hilal Neira, untuk tingkat SD diwakili 5 siswa dan SMP 10 siswa.

David Tuhurima berharap, ada nilai tambah serta mendapat pengetahuan dalam sosialisasi mitigasi bencana vulkanologi, dan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat Banda yang tinggal dilokasi rawan bencana, untuk semakin mampu bertindak menyelamatkan diri disaat terjadi bencana.

“Melalui seminar pendidikan, guru mendapatkan pengetahuan

dan pemahaman yang komprehensif terkait dengan pendekatan saintifik yang diimplementasi dalam K-13, yang mana dapat mengarahkan peserta didik untuk mampu merumuskan masalah, termasuk juga peserta didik dilatih berpikir analitis guna mengambil keputusan, bukan hanya mendengar, menghafal pelajaran semata. Untuk guru, dituntut menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran yang bervariasi, dalam pembelajaran sains,” ulasnya.

 

Sumber :

https://pharmacygig.com/niat-puasa-syawal/