Potensi Teknologi Blockchain Bukan Hanya Bitcoin

Potensi Teknologi Blockchain Bukan Hanya Bitcoin

Potensi Teknologi Blockchain Bukan Hanya Bitcoin
Potensi Teknologi Blockchain Bukan Hanya Bitcoin

JAKARTA – Konferensi Teknologi Blockchain baru saja digelar di Indonesia. Bertempat di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, acara ini membahas tentang kondisi dan masa depan teknologi blockchain yang revolusioner.

Konferensi blockchain ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang teknologi blockchain dengan memusatkan perhatian pada bagaimana mengatasi tantangan implementasi, memanfaatkan sebaik-baiknya peluang, dan manfaat dari inovasi sekaligus gangguan yang dihasilkan oleh teknologi tersebut.

Konferensi dihadiri 50 profesional senior dari berbagai industri. Salah satu pembicara utama adalah pengamat teknolog spasial, Dr A Istamar yang juga CEO PT Esri Indonesia.

Baca Juga:

Tetap Optimistis karena Ilmuwan Terus Bekerja demi Vaksin Corona
Sisternet XL Axiata dan Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

Konferensi internasional ini membahas pertumbuhan blockchain yang luar biasa melebihi cryptocurrencies, jaringan peer to peer dan transaksi no-trust-required. Istamar menjelaskan, rantai di blockchain adalah rantai transaksi dalam bentuk Ledger Entry tentang aset yang bisa berupa uang, citra, data, peta, dan dokumen.

“Sebagai registri yang tidak dapat diubah untuk transaksi token digital

, blockchain cocok untuk aplikasi geospasial yang melibatkan data yang sensitif atau publik, perangkat otonom, dan pendaftaran kepemilikan tanah,” kata Istamar dalam keterangan resminya, Rabu (28/2/2018).

Menurut Istamar, data publik seperti peta jalan, persil, model terrain, atau peta laut, tersedia untuk umum tanpa hub pusat yang dapat memberikan kesenjangan terhadap data. Selain itu, keunggulan lainnya adalah catatan publik dapat dijaga dari perubahan dan kontribusi pihak yang tidak berwenang.

“Salah satu negara yang telah mencanangkan penggunaan blockchain untuk efisiensi pelayanan publik adalah Dubai, dengan program smart city-nya,” ungkap Istamar.

Dalam adopsi Internet of Things (loT) yang semakin meningkat, blockchain

akan memungkinkan perangkat otonom bernegosiasi dan saling berkomunikasi langsung. Seperti pesawat tak berawak yang menegosiasikan penggunaan ruang udara. Atau mobil kemudi mandiri yang mencari sendiri jalur jalan, tempat parkir atau penggunaan jalan.

“Dalam blockchain kadaster (kepemilikan tanah) memungkinkan kepemilikan

terdaftar pada blockchain, dapat diverifikasi langsung oleh penjual dan pembeli tanpa melalui proses administratif yang panjang,” kata Istamar.

 

sumber :

https://teknosentrik.com/