Penularan HIV-AIDS

Penularan HIV-AIDS

Penularan HIV-AIDS

Bagaimana cara mencegah penularan HIV

Pencegahan tentu saja harus dikaitkan dengan cara-cara penularan HIV seperti yang sudah dikemukakan. Ada beberapa cara pencegahan HIV/AIDS, yaitu :

  1. Pencegahan penularan melalui hubungan seksual, infeksi HIV terutama terjadi melalui hubungan seksual, sehingga pencegahan AIDS perlu difokuskan pada hubungan seksual. Untuk ini perlu dilakukan penyuluhan agar orang berperilaku seksual yang aman dan bertanggung jawab, yakni : hanya mengadakan hubungan seksual dengan pasangan sendiri (suami/isteri sendiri), kalau salah seorang pasangan anda sudah terinfeksi

HIV, maka dalam melakukan hubungan seksual perlu dipergunakan kondom secara benar, mempertebal iman agar tidak terjerumus ke dalam hubungan-hubungan seksual di luar nikah.

  1. Pencegahan Penularan Melalui Darah dapat berupa : pencegahan dengan cara memastikan

bahwa darah dan produk-produknya yang dipakai untuk transfusi tidak tercemar virus HIV, jangan menerima donor darah dari orang yang berisiko tinggi tertular AIDS, gunakan alat-alat kesehatan seperti jarum suntik, alat cukur, alat tusuk untuk tindik yang bersih dan suci hama.

  1. Pencegahan penularan dari Ibu-Anak (Perinatal). Ibu-ibu yang ternyata mengidap virus HIV/AIDS disarankan untuk tidak hamil
  2. Mencegah Penularan Lewat. Alat-Alat Yang Tercemar Bila hendak menggunakan alat-alat yang menembus kulit dan darah (jarum suntik, jarum tato, pisau cukur dan lain-lainnya), pastikan bahwa alat-alat tersebut benar-benar steril. Cara mensterilkan alat-alat tersebut dapat dengan mencucinya dengan benar. Anda dapat memakai ethanol 70% atau pun pemutih. Caranya, sedot ethanol dengan jarum suntik tersebut, lalu semprotkan keluar. Hal ini dilakukan dua kali. Manifestasi AIDS rata-rata timbul 10 tahun sesudah infeksi.

HIV/AIDS tidak menular kecuali :

-melakukan hubungan seks dengan seorang ODHA

-melakukan hubungan seks (homo/hetero seksual)

-melakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan tanpa kondom

-menggunakan satu jarum suntik secara bergantian atau menggunakan jarum bekas

-dari Wanita ODHA melalui kelahiran

-dari Wanita ODHA melalui Air Susu Ibu. (Virus HIV hidup dan berkembang biak di dalam Darah,Cairan Sperma,Cairan Vagina dan ASI)

Siapapun Bisa terkena AIDS, jika prilakunya beresiko.Penampilan luar tidak menjamin bebas HIV.

ODHA sering terlihat sehat dan merasa sehatJika belum belakukan tes HIV, ODHA tidak tau bahwa dirinya telah tertular HIV dan dapat menularkan HIV kepada orang lain.Tes HIV adalah satu-satunya cara mendapatkan kepastian tertular atau tidak.

Virus HIV Tidak Menular Melalui :

-Keringat, Air liur

-Makanan,Flu/influenza

-Berpelukan

-Makan dengan perabot yang sama

-Bersalaman

-Mandi bersama

-Digigit nyamuk

-Memakai toilet bersama

-Berhubungan Seks dengan menggunakan Kondom yang baik.

-Ciuman, senggolan, pelukan dan kegiatan sehari-hari lainnya.

HIV dan Tubuh manusia

Belum ada obat membasmi HIV

HIV masuk langsung ke aliran darah untuk dapat hidup dalam tubuh manusia

* Di luar tubuh manusia HIV sangat cepat mati

* HIV mati oleh air panas, sabun, bahan pencuci hama lain

* HIV tidak dpt menular lewat udara seperti virus lainnya

* Ditubuh manusia HIV bersarang dalam sel darah putih tertentu yang disebut sel T4 (CD4 = Sel

Thelper)

* Sel T4 terdapat pd cairan tubuh maka HIV ditemukan terutama dalam: darah, air mani, cairan vagina

* HIV tidak terdapat dalam: urine, faeces, muntahan

* HIV tidak dapat menembus kulit utuh.


Sumber: https://icbbumiputera.co.id/advan-a8-ponsel-kamera-ganda-dengan-keamanan-berlapis/