Pengertian Ideologi Sosialisme

Ideologi itu sendiri bersumber dari ide (idea) dan logo Yunani (learning about, science about). Ideologi berarti suatu sistem gagasan yang dibahas dan dipikirkan secara filosofis, ekonomi, politik dan sosial. Kata “ideologi” yang digunakan oleh Marx dan Engels mengacu pada serangkaian masalah yang direpresentasikan sebagai objek. Objek lainnya adalah cerminan kondisi material masyarakat.

Di dunia ini berbagai ideologi sedang berkembang. Namun pada saat itu dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: Ideologi Liberalisme, Ideologi Sosialisme dan Ideologi Tiga Negara. Yang dimaksud dengan Ideologi Tiga Negara adalah Ideologi yang tumbuh dalam satu Negara berdasarkan sejarah dan kepribadian bangsa. Seperti di Indonesia yang dekat dengan ideologi Pancasila karena sesuai dengan kepribadian bangsa. Artikel berikut akan mencoba memahami ideologi sosialisme.

Table of Contents

Memahami ideologi Sosialisme

Ideologi adalah sekelompok ide atau gagasan. Singkatnya, sosialisme dan perasaan, simpati dan empati antara lain kepada orang lain apapun statusnya. Pandangan tentang kehidupan dan ajaran masyarakat tertentu yang tujuannya adalah untuk menguasai alat produksi dan distribusi hasil secara merata.

Sosialisme sebagai ideologi, telah berkembang selama ratusan tahun. Sosialisme sendiri berasal dari kata latin socialus (teman). Dengan demikian, sosialisme membentuk fondasi dasar pengelolaan modal, produksi dan kekayaan oleh kelompok.

Baca Juga: Contoh Budaya Politik

Istilah sosialisme pertama kali digunakan di Prancis pada tahun 1831 dalam sebuah artikel yang tidak disukai oleh Alexander Vinet. Sekarang istilah sosialisme digunakan untuk membedakannya dari individualisme, terutama oleh para pengikut Saint-Simon, bapak asosiasi sosialis Prancis. reformasi pemerintah digunakan untuk memulihkan harmoni dengan masyarakat.

Pada akhir abad ke-19, Karl Marx dan Friedrich Engels menemukan apa yang disebut sosialisme ilmiah. Ini untuk membedakan dirinya dari sosialisme yang sudah ada sebelumnya. Marx dan Engels menyebut sosialisme sebagai sosialisme utopis, artinya sosialisme hanya bertumpu pada mimpi tanpa kerangka rasional untuk melakukan dan mencapai apa yang disebut sosialisme. Marx dan Engels membuat beberapa tesis untuk membedakan antara sosialisme dan komunisme.

Menurut permasalahan, sosialisme adalah keracunan yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mencapai komunisme.Kanggo komunisme atau komunitas tidak mempunyai tujuan utama sejarah.

Dalam perkembangan hingga pertengahan abad ke-20, sosialisme memiliki beberapa cabang pemikiran. Pembahasan pertama yang berlangsung adalah yang pertama adalah Sosialis Demokrasi, yang kedua adalah Marxisme Leninisme, yang ketiga adalah anarkisme dan sindhiisme. dan berkembang hingga hari ini.

Misalnya Marxisme yang dalam tafsir Lenin menjadi Komunisme dan berkembang menjadi Stalinisme dan Maoisme, sebaliknya Marxisme berkembang menjadi gerakan Kiri Baru dengan tuntutan para pemikir seperti Herbert Marcuse pada tahun 1970-an. Begitu pula dengan anarkisme yang terbagi dalam beberapa sekte besar seperti anarkisme mutualis dengan bapak P J Proudhon dan anarkis kolektif seperti Mikhail Bakunin.

Sumber: blog.malavida.co.id