Pengertian Ekonomi Islam

Table of Contents

Pengertian Ekonomi Islam

Pengertian Ekonomi Islam

Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani: Oikos dan NomosOikos berarti  rumah tangga (house-hold), sedang Nomos berarti aturan, kaidah, atau pengelolaan. Dengan demikian secara sederhana ekonomi dapat diartikan sebagai kaidah-          kaidah, aturan-aturan, atau cara pengelolaan suatu rumah tangga. Dalam bahasa Arab, ekonomi sering diterjemahkan dengan al- iqtishad, yang berarti hemat, dengan perhitungan, juga mengandung makna rasionalitas dan nilai secara implisit. Jadi, ekonomi adalah mengatur urusan rumah tangga, dimana anggota keluarga yang mampu, ikut terlibat dalam menghasilkan barang-barang berharga dan membantu memberikan jasa, lalu seluruh anggota keluarga yang ada, ikut menikmati apa yang mereka peroleh. Kemudian populasinya semakin banyak dan dalam rumah-rumah, lalu menjadi suatu kelompok (community) yang diperintah oleh suatu Negara

Adapun istilah ekonomi islam berasal dari dua kata, ekonomi (terjemahan, economics, economic, dan economy) dan islam (terjemahan: Islamic). Islam adalah kata bahasa Arab yang terambil dari kata salima yang berarti selamat, damai, tunduk, pasrah, dan berserah diri. Objek penyerahan diri ini, adalah pencipta seluruh alam semesta yakni Allah SWT. Dengan demikian, islam berarti penyerahan diri kepada Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an surat Ali Imran, yang artinya kurang lebih sebagai berikut: “Sesungguhnya agama atau yang diridhoi disisi Allah adalah islam…”

  1. Ekonomi Islam adalah pengetahuan bagaimana menggali dan mengimplementasi sumber daya material untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia, dimana penggalian dan penggunaan itu harus sesuai dengan syari’at Islam.
  2. Ekonomi Islam merupakan bagian dari bentuk usaha duniawi yang bernilai ibadah, juga merupakan suatu amanah, yaitu amanah dalam melaksanakan kewajiban kepada Allah (Hablum minallah) dan kewajiban kepada sesama manusia (Hablum minannas).
  3. Ekonomi islam adalah tata aturan yang berkaitan dengan cara berproduksi, distribusi, dan konsumsi, serta kegiatan lain dalam rangka mencari ma’isyah (penghidupan individu maupun kelompok) sesuai dengan ajaran islam (Al Qur’an dan Al Hadits).

 

Sumber :

https://callcenters.id/