Natrium

 Natrium

Garam natrium merupakan garam yang dapat secara cepat diserap oleh tubuh dengan minimum kebutuhan untuk orang dewasa berkisar antara 1.3-1.6 gr/hari (ekivalen dengan 3.3-4.0 gr NaCl/hari). Setiap kelebihan natrium yang terjadi di dalam tubuh dapat dikeluarkan melalui urin dan keringat.

Hampir semua natrium yang terdapat di dalam tubuh akan tersimpan di dalam soft body tissue dan cairan tubuh. Ion natrium (Na ) merupakan kation utama di dalam cairan ekstrasellular (ECF) dengan konsentrasi berkisar antara 135-145 mmol/L. Ion natrium juga akan berada pada cairan intrasellular (ICF) namun dengan konsentrasi yang lebih kecil yaitu ± 3 mmol/L. Sebagai kation utama dalam cairan ekstrasellular, natrium akan berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh, menjaga aktivitas saraf , kontraksi otot dan juga akan berperan dalam proses absorpsi glukosa. Pada keadaan normal, natrium (Na ) bersama dengan pasangan (terutama klorida, Cl ) akan memberikan kontribusi lebih dari 90% terhadap efektif osmolalitas di dalam cairan ekstrasellular. Defisiensi Na akan menyebabkan ganguan pada ginjal, perubahan nilai osmotik, dan perubahan suhu tubuh. Hal-hal tersebut akan menimbulkan gejala hipertensi (tekanan darah meningkat).

3)        Kalium

Kalium merupakan macromineral penting dalam nutrisi manusia, itu adalah kation utama (ion positif) di dalam sel-sel hewan, dan dengan demikian penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Kation kalium penting dalam neuron (otak dan saraf) fungsi, dan dalam mempengaruhi keseimbangan osmotik antara sel-sel dan cairan interstitial. Ion ini memompa menggunakan ATP untuk memompa tiga ion natrium keluar dari sel dan dua ion kalium ke dalam sel, sehingga menciptakan gradien elektrokimia atas membran sel. Selain itu, saluran ion kalium sangat selektif (yang tetramers) sangat penting untuk hyperpolarization, misalnya dalam neuron. Yang paling baru diketahui bahwa saluran ion kalium adalah KirBac3.1, yang memberikan total lima saluran ion kalium (KCSA, KirBac1.1, KirBac3.1, KvAP, dan MthK) dengan struktur yang ditentukan.

Kekurangan kalium dalam cairan tubuh dapat menyebabkan kondisi fatal yang dikenal sebagai hipokalemia, biasanya akibat muntah, diare, dan / atau peningkatan gejala diuresis.Deficiency termasuk kelemahan otot, ileus paralitik, kelainan EKG, penurunan respon refleks dan alkalosis serta aritmia jantung.

Sumber :

https://littlehorribles.com/