Mendalami Tekhnik Foto Long Eksposure

Mendalami Tekhnik Foto Long Eksposure

Mendalami Tekhnik Foto Long Eksposure
Mendalami Tekhnik Foto Long Eksposure

Hai hai,, gak terasa sudah 5 hari saya tidak menulis, hehe… sebenarnya saya bingung mau posting apaan, akhirnya dapat inspirasi lagi telepon pacar bahas photography, ya saya postingin ini aja. semoga bisa bermanfaat ya…

Mendalami Tekhnik Foto Long Eksposure

tekhnik long eksposure merupakan salah satu tekhnik dalam photography yang memanfaatkan kecepatan shouting rendah atau lambat. dalam penggunaan tekhnik ini tidak bisa sembarangan. karena bila salah setingan atau salah pengaturan pencahayaan, maka bukan gambar bagus yang akan anda dapat, namun justru gambar yang tidak bisa dijelaskan yang anda peroleh.
pada artikel ini akan saya jelaskan bagaimana cara mendapatkan gambar yang bagus dengan tekhnik ini (long exposure). ayo kita langsung saja berilmunya.

tekhnik long eksposure digunakan untuk mendapatkan gambar dengan efek smoot (lembut). seperti pada gambar diatas, tekhnik foto long eksposure menyebabkan air terjun terlihan sangat lembut dan juga terkesan indah. selain pemanfaatan tekhnik long eksposure untuk objek air terjun, masih ada pemanfaatan lain yang juga menghasilkan gambar yang indah. tentunya agar menghasilkan gambar long eksposure yang indah memerlukan trik dan kemampuan kusus, sebagai perikut :

1. penyesuaian kecepatan shouter yang akan digunakan
penyesuaian kecepatan shouter tergantung dari konndisi pencahayaan tempat pemotoan dan objek apa yang hendak difoto. Pada pemotoan air terjun, dalam menentukan kecepatan shouter nya harus memperhatikan kondisi pencahayaan di tempat. karena pada prinsifnya, semakin lambat speed maka semakin cerah gambar dihasilkan. maka dari itu misalnya di tempat yang agak redup gunakan saja speed antara 1/50″ – 3″. sedangkan di kondisi yang cerah bisa anda gunakan speed antara 1/100″ – 2″. intinya jangan menggunakan speed di atas 1/100″ karena tidak akan memberikan efek smoot pada gambar, justru akan memberi efek freeze (beku). selisih kecepatan di kondisi pencahayaan rendah dan tinggi memang kecil,

apakah berpengaruh bagi pencahayaan gambar?

2. penyesuaian pencahayaan

dalam pencahayaan, yang utama adalah ISO. karena sudah menggunakan speed rendah yang berdampak pada pencahayaan tinggi, maka hindarilah penggunaat ISO tinggi karena hanya akan menyebabkan gambar menjadi silau (putih). ISO yang saya anjurkan antara 100-1600 atau AUTO.

3. bukaan diafraghma
averture (bukaan diafraghma) pada lensa tidak berpengaruh besar di tehknik long eksposure, namun saya anjurkan anda gunakan avertur diatas 11.

4. menggunakan tripod
pada intinya penggunaan tripod disini untuk menjaga kamera agar tidak bergerak saat pengambilan gambar long eksposure. kamera yang bergerak saat pengambilan gambar justru akan menyebabkan gambar yang dihasilkan menjadi tidak detail dan bisa juga gambar menjadi memiliki bayangan double.

namun akibat kecanggihan kamera DSLR, tanpa perlu ribet mengatur ini-itu, kita dapat menggunakan mode Tv (shouter priority) yang dimana kita hanya perlu mengatur shouter speed saja sesuai keinginan, namun pencahayaan lainnya ditentukan kamera sesuai kondisi objek. tentunya sangat praktis bukan?

selain mode Tv, ada beberapa mode lainnya dalam kamera DSLR yang wajib anda ketahui, dan bisa anda pelajari di tips dan trik photographer pemula.

sekian dulu ya artikel dari saya. walaupun banyak kekurangan, namun saya harap membantu dan menambah wawasan anda.

Sumber : https://earlraytomblin.com/