Mencari Koefisien Absorbsi Cahaya di OSN 2019 Bidang Fisika

Mencari Koefisien Absorbsi Cahaya di OSN 2019 Bidang Fisika

Mencari Koefisien Absorbsi Cahaya di OSN 2019 Bidang Fisika
Mencari Koefisien Absorbsi Cahaya di OSN 2019 Bidang Fisika

Manado, Kemendikbud — Hari pertama Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 bidang lomba Fisika jenjang SMA dimulai dengan tes praktikum selama lima jam tanpa jeda istirahat. Para peserta mendapat tugas praktik untuk mencari koefisien absorbsi cahaya melalui sebuah eksperimen dengan menggunakan bahan dan alat yang sudah disediakan panitia. Mereka mencari tahu kemampuan menyerap cahaya sebuah material, yaitu plastik berbagai warna, dengan sebuah larutan. Larutan yang digunakan adalah larutan PK atau antiseptik yang biasa digunakan untuk bayi mandi.

Salah satu juri OSN 2019 bidang Fisika jenjang SMA, Syamsu Rosyid mengatakan, eksperimen ini menggunakan Hukum Lambert-Beer. Peserta diberikan 100 lembar plastik yang terdiri dari lima warna, yaitu biru, merah, kuning, hijau, dan bening. Masing-masing warna terdapat 20 lembar, dan semua plastik itu harus digunakan pada eksperimen dengan variasi ketebalan berdasarkan jumlah lembar plastik. Alat yang disediakan adalah sebuah kotak hitam yang berfungsi sebagai transmitter sekaligus receiver sumber cahaya dan memiliki alat sensor. Kemudian ada juga sebuah kotak kayu yang menjadi wadah dimasukkannya larutan. Kotak kayu tersebut juga dilubangi untuk menjadi tempat masuknya cahaya sekaligus menjadi satu-satunya sumber cahaya.

“Jadi menentukan kemampuan dua material ini, yaitu plastik dan larutan PK

, dalam mengabsorb atau menyerap cahaya yang di-generate dari kotak hitam. Semua dipasang di dalam satu wadah, yaitu kotak kayu, di mana cahaya dipasang di satu sisinya, kemudian di sisi lain ada sensor yang mengukur seberapa besar intensitas yang terukur. Ketika memvariasikan larutan atau plastik di dalam kotak kayu, dipastikan harus tertutup, kecuali hanya ada satu sumber cahaya. Cahaya masuk dari salah satu lubang di kotak kayu, lalu ada sensor, diukur melalui multimeter di kotak hitam, berapa yang terukur,” tutur Syamsu Rosyid, di SMA Negeri 9 “Binsus” Manado, Selasa (2/7/2019).

Dari hasil perhitungan eksperimen itu akan didapatkan koefisien absorbsi, yaitu kemampuan dari suatu bahan untuk menyerap cahaya. Syamsu Rosyid menuturkan, material plastik yang diberikan kepada peserta memiliki berbagai macam warna karena setiap warna memiliki kemampuan menyerap cahaya yang berbeda-beda. Menurutnya, tim juri OSN 2019 bidang Fisika jenjang SMA membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan untuk membuat soal. “Dari mencari ide sampai soalnya jadi, dan sampai hari ini pun masih disempurnakan,” tutur dosen Fisika dari Universitas Indonesia itu.

Rosyid mengatakan, untuk bidang lomba Fisika, juri tidak menilai mekanisme

peserta dalam mengambil data. Yang dinilai hanya hasil pekerjaan mereka, yaitu hasil yang mereka tulis di atas kertas sesuai dengan yang diminta dalam soal ujian praktikum. “Tugas inilah yang akan dinilai termasuk kita bimbing persamaan eksponensial ini menjadi linier. Setelah linier lalu bagaimana dia mendapatkan data, data kemudian diplot ke dalam grafik, lalu dari grafik dihitung. Dari hitung-hitungan itulah akan didapat koefisien absorbsi,” ujar Rosyid.

Selanjutnya, juri akan melihat koefisien absorbsi dari jawaban peserta, apakah sesuai dengan perhitungan atau pengukuran juri. “Kami ukur. Kalau terlalu jauh, bisa jadi saat peserta melakukan pengukuran, terdapat penyimpangan atau kesalahan. Karena bisa saja ada yang ngawur, asal nebak angka, atau yang penting ada angka ada kurva, padahal angkanya bisa aja ngaco,” jelas Rosyid.

Selain mengerjakan tes praktikum di hari pertama, peserta OSN SMA

bidang lomba Fisika juga harus mengikuti tes teori di hari kedua. Tes teori juga berlangsung selama lima jam untuk mengerjakan lima nomor soal. Peserta OSN 2019 bidang lomba Fisika jenjang SMA berlangsung di SMA Negeri 9 “Binsus” Manado dan diikuti 79 peserta. Mereka akan memperebutkan 30 medali yang terdiri dari 5 emas, 10 perak, dan 15 perunggu. Para peraih medali di OSN 2019 selanjutnya akan diseleksi lagi untuk mengikuti Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olympiad

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/contoh-teks-eksplanasi-bahaya-rokok