HUBUNGAN KEBEBASAN, TANGGUNG JAWAB DAN HATI NURANI

HUBUNGAN KEBEBASAN, TANGGUNG JAWAB DAN HATI NURANI

HUBUNGAN KEBEBASAN, TANGGUNG JAWAB DAN HATI NURANI

Pada uraaian terdahulu telah disinggung bahwa

suatu perbuatan baru dapat dikategorikan sebaigai perbuatan akhlak dan perbuatan yang dapat dinilai berakhlak, bukan paksaan dan bukan pula dibuat-buat dan dilakukan dengan tulus ikhlas. Untuk mewujudkan perbuatan akhlak yang ciri-cirinya demikian baru baru bisa terjadi apabila orang yang melakukannya memiliki kebebasan atau kehendak yang timbul dari dalam dirinya sendiri. Dengan demikian perbuatan yang berakhlak itu adalah perbuatan yang dilakukan dengan sengaja secara bebas. Di sinilah letak hubungan antara kebebasan dan perbuatan akhlak.

                   Selanjutnya perbuatan akhlak juga harus dilakukan atas kemauan sendiri dan bukan paksaan. Perbuatan yang seperti inilah yang dapat dimintakan pertanggungjawabnya dari orang yang melakukannya. Di sinilah letak hubungan antara tanggung jawab dengan akhlak.

           Dalam pada itu perbuatan akhlak juga harus muncul dari keikhlasan hati yang melakukannya, dan dapat dipertanggung jawab kan kepada hati sanubari, maka hubungan akhlak denan kata hati menjadi demikian penting.

                Dengan demikian, masalah kebebasan, tanggung jawab dan hati nurani adalah merupakan faktor dominan yang menentukan suatu perbuatan dapat dikatakan sebagai perbuatan akhlaki. Di sinilah letak hubungan fungsional antara kebebasan, tanggung jawab dan hati nurani dengan akhlak. Karenanya dalam membahas akhlak seseorang tidak dapat meninggalkan pembahasan mengenai kebebasan, tanggung jawab dan hati nurani.

Suatu perbuatan baru dikatakan perbuatan yang akhlaki apabila perbuatan tersebut tersebut dilakukan atas kesadaran sendiri dengan tulus ikhlas, bukan paksaan ataupun dibuat-buat. Dengan demikian perbuatan yang berakhlak itu adalah perbuata yang dilakukan secara sengaja dan bebas. Inilah hubungan antara akhlak dengan kebebasan. Selanjutnya perbuatan akhlak dilakukukan atas kesadaran sendiri tanpa adanya paksaan. Perbuatan yang demikian dapat dimintai pertanggung jawaban dari orang yang melakukannya. Disini letak hubungan antara tanggung jawab dengan akhlak.

Perbuatan akhlaki haruslah muncul dari dalam lubuk hati sehinnga keikhlasan hatilah yang dapat yang melakukannya sehingga dapat dipertanggung jawabkan kepada hati sanubari. Maka hubungan akhlak dan kata hati/ hati nurani muncul. Dengan demikian masalah kebebasan, tanggung jawab dan hati nurani merupakan faktor penting dalam menentukan suatu perbuatan dikatakan akhlaki.


Sumber: https://fgth.uk/clouds-sheep-apk/