Hal Positif Yang Membuat Hidup Tetap Waras Saat Dunia Terasa Lagi Jahat-Jahatnya

Hal Positif Yang Membuat Hidup Tetap Waras Saat Dunia Terasa Lagi Jahat-Jahatnya

Dibanding Narkoba, berikut Hal Hal Positif Yang Membuat Hidup Tetap Waras Saat Dunia Terasa Lagi Jahat-Jahatnya

Setelah Nunung, sekarang Jefri Nichol yang tertangkap berhubungan Narkoba. Belakangan televisi dan surat kabar diisi dengan berita penangkapan artis berhubungan penyalahgunaan obat-obat terlarang. Mungkin tidak sedikit yang bertanya, mengapa dunia hiburan dekat sekali dengan obat-obatan terlarang? Tekanan sebesar apa yang mereka hadapi masing-masing hari menjadikan narkoba sebagai solusi?

Banyak dalil seseorang mengonsumsi narkoba. Ada yang menjadikannya penunjang stamina agar tetap semangat walau tubuh luluh lantak capeknya. Ada pun yang menggunakannya sebagai jalan pintas bahagia saat hadir rasa tak mampu menanggung beban permasalahan lagi. Namun sebahagia apa juga efeknya, narkoba bukan penyelesaian untuk persoalan. Sebab efek narkoba melulu sebentar, akibat masalah pun tak benar-benar terselesaikan.

Hidup memang terkadang jahat. Ada kalanya segala yang saya dan anda lakukan salah, dan semakin dibetulkan justru semakin salah. Tapi daripada narkoba, jajaki ingatlah hal-hal ini saja agar tetap waras.

1. Jika yang anda cemaskan ialah omongan orang, ingatlah bahwa bagaimanapun pun mereka bakal tetap berkomentar. Jadi, biarkan saja

Sesepele omongan, tanpa anda sadari bisa dominan besar untuk seseorang. Semangat yang awalnya menyala dapat padam seketika ketika mendengar nada-nada sumbang dari orang yang barangkali sebenarnya tak tahu apa-apa. Ketika omongan orang menjadi beban, ingatlah bahwa sekeren apapun kamu, sehebat apa juga karier dan asmaramu, mereka akan menggali bahan untuk mencerca maki. Jadi, guna apa dipikirkan? Toh, mereka tidak tahu apa-apa.

2. Bila yang anda tanggung ialah beban kerja spektakuler dan hidup yang terasa berantakan karenanya, ambil liburan. Kamu pun berhak bahagia

Tekanan kegiatan seringkali disepelekan. Berdalih atas keperluan atau aktualisasi, tidak sedikit yang bekerja gila-gilaan hingga lupa diri. Namun saat beban kerjamu semakin tak masuk akal, sampai semua hidupmu terasa melulu tentang pekerjaan, ambil libur dan habiskan waktu guna dirimu sendiri. Bisa liburan ke luar kota, atau sesederhana memungut jeda guna bermalas-malasan di kamar. Kamu pun berhak atas masa-masa istirahat dan senang-senang.

3. Saat isi benak terasa paling mengerikan, ingat bahwa seringkali 90% dari kekhawatiran tersebut tak menjadi kenyataan

Menenangkan pikiran barangkali hal sangat sulit di dunia. Terkadang kita dapat membayangkan sekian banyak skenario terjelek datang mendekat kita, kemudian kita ketakutan sendiri dengannya. Tapi terdapat yang bilang bahwa seringkali 90% dari kekhawatiran anda tidak akan menjadi kenyataan. Mungkin urusan ini sebab kita terbiasa mengantisipasi bisa jadi terjelek dari segala hal. Di samping itu, perlu pun mengetahui batasnya. Jika pikiran-pikiran buruk tersebut mulai terasa mengganggu, tak butuh ragu lagipula malu guna mencari pertolongan ke psikolog dan psikiater.

4. Kamu telah tiba di titik ini dengan mengagumkan. Jangan kecilkan kehebatan-kehebatan itu melulu karena sekarang anda tak tahu apa yang mesti dilakukan

Terkadang di titik kegagalan anda merasa jadi insan yang tak berguna. Kesalahan demi kekeliruan yang terjadi menciptakan kita beranggapan bahwa anda tidak becus apa-apa. Seolah segala prestasi dan urusan baik yang saya dan anda lakukan di masa lalu melulu ilusi yang tak pantas diapresiasi. Padahal anda sampai di titik kini ini pun bukan tanpa perjuangan. Kamu hebat, sebab sudah dapat bertahan sejauh. Seburuk apa pun fakta yang dihadapi sekarang, anda pasti dapat mengatasi lagi.

5. Tak butuh merasa rendah dengan kebahagiaan orang lain. Sebab bahagia itu melulu “kelihatannya”, sedangkan nyatanya tak tidak jarang kali begitu

Mudah guna merasa kecil bila mencocokkan diri sendiri dengan orang lain. Sementara anda kepayahan berusaha di sini, hidup orang beda terasa paling mentereng dan imun terhadap kesedihan. Gamang membuatmu bertanya-tanya: “Kenapa aku? Kenapa mesti aku yang merasakan ini seluruh dan mengapa aku nggak dapat sebahagia dia?”. Tunggu dulu. Bahagia itu melulu dalam persepsimu. Tak terdapat yang tahu bagaimana orang-orang bahagia tersebut menjalani hidupnya sehari-hari. Bisa jadi perjuangannya jauh lebih berat dari pada kamu, dan dapat jadi dia tak sebahagia itu.

6. Ketika anda sudah terlampau lelah dan hendak menyerah, ingat bahwa dapat saja anda sudah paling dekat dengan yang anda tuju

Apa kabar mimpimu yang sudah anda kejar sekitar bertahun-tahun ini? Sudah berapa persen progressnya? Atau malah masih stuck di situ-situ saja? Setiap upaya yang anda jalani tentu halangan dan rintangan yang kadang menciptakan kita hendak berhenti dan putar arah. Tapi sebelum anda benar-benar berhenti, apa anda yakin ini telah yang sangat maksimal? Apa tujuanmu masih paling jauh dan tak tergapai atau sebetulnya sudah terdapat di depan? Bagaimana andai kamu menyimpulkan berhenti kini lalu di lantas hari terpikir bahwa “Andai saja aku tidak berhenti, tentu sudah dapat meraih mimpi”?

7. Tapi bila sesudah sekeras baja anda mencoba dan tetap tidak berhasil juga, ingat bahwa anda tak dapat mengontrol bagaimana semesta bekerja

Benar, berusaha juga terdapat batasannya. Terkadang anda sudah mempertaruhkan segala yang anda punya, tetapi hasilnya tak cocok harapan. Di sini anda merasa stuck dan merasa tak punya pilihan guna dilakukan. Tapi ingatlah, bahwa sesempit apa juga itu, anda tidak pernah benar-benar tidak punya pilihan. Bagi hal-hal yang sudah anda perjuangkan mati-matian tapi gagal, ingatlah bahwa anda tak dapat mengatur bagaimana semesta bekerja. Di sini, paling tidak dua pilihan anda punya: tetap memburu dan macet di situ atau mencungkil dan menggali jalan lain. Hanya anda yang dapat tentukan.

Baca Juga: