Gelar Tari Remaja 2019 Resmi Ditutup, Sejumlah Penyaji Terpilih Terima Apresiasi

Gelar Tari Remaja 2019 Resmi Ditutup, Sejumlah Penyaji Terpilih Terima Apresiasi

Gelar Tari Remaja 2019 Resmi Ditutup, Sejumlah Penyaji Terpilih Terima Apresiasi
Gelar Tari Remaja 2019 Resmi Ditutup, Sejumlah Penyaji Terpilih Terima Apresiasi

Jakarta, Kemendikbud — Gelar Tari Remaja tahun 2019 (GTR 2019) berjalan sukses. GTR 2019 resmi ditutup pada Kamis malam (04/07/2019) di Gedung Kesenian Jakarta. Penghargaan diberikan kepada lima grup penyaji terpilih, lima penata rias busana terpilih, lima penata musik terpilih, lima koreografer terpilih, dan sepuluh penari terpilih.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Subdirektorat Seni

Pertunjukan Direktorat Kesenian Kemendikbud, Edi Irawan, mewakili Direktur Kesenian. Edi Irawan mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat atas suksesnya kegiatan dari tanggal 2 hingga 4 Juli 2019. “Kepara para peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini agar bisa terus mengembangkan potensi, kreativitas serta kemampuan di bidang seni,” kata Edi.

Edi Irawan juga berterima kasih kepada tim penilai yang telah bekerja keras memberikan penilaian secara objektif. Tim penilai dalam kegiatan GTR 2019 merupakan praktisi dan akademisi yang telah lama berkiprah di seni tari, yaitu : 1. Frans Sartono ( wartawan Senior Kompas); 2. Wa Ode Siti Marwiyah Sipala ( Dosen IKJ); 3. Drs. Y. Subowo. M.Sn (Dosen ISI Yogyakarta); 4. Hartati (Dosen IKJ); 5. Mas Nanu Muda, S.Sen., M.Hum (ISBI Bandung); dan 6. Wasi Bantolo ( Dosen ISI Surakarta).

Berikut daftar peraih penghargaan Gelar Tari Remaja 2019
A. Penata Rias Busana Terpilih
1. Provinsi Maluku Utara, atas nama Shara Surento, judul karya Tangis Sasadu
2. Provinsi Sulawesi Tengah, atas nama Masruto D Kasad, judul karya Tari Bila (Maja)
3. Provinsi Sulawesi Tenggara, atas nama Waode Alfida, judul karya Tari Ula-Ula
4. Provinsi Banten, atas nama Rika Amelia, judul karya Mangatua
5. Provinsi Kep. Riau, atas nama Gusnida, judul karya Yok Belanja

B. Penata Musik Terpilih
1. Provinsi Sumatera Utara, atas nama Ludianto Francisko, judul karya Lapo Naga Bonar
2. Provinsi Maluku Utara, atas nama Mahdi Daeng Barang, judul karya Tangis Sasadu
3. Provinsi Sulawesi Tengah, Pebli Dwi Dinata, judul karya Tari Bila (Maja)
4. Provinsi Jambi, atas nama Heri Kurniawan, judul karya Tapak Kadam
5. Provinsi Banten, atas nama Aripin, judul karya Mangatua

C. Penari Terpilih
1. Provinsi Papua Barat, atas nama Aldiu W Rorey, Sanggar Iriantos
2. Provinsi D.I. Yogyakarta, atas nama Ganggas Hatma, Sanggar Tari Padma
3. Provinsi Bali, atas nama I Gede Krisna Adi Putra, Sanggar Seni Manik Uttara
4. Provinsi Jawa Barat, atas nama Annisa Tri Ismail, Sanggar Puspawangi
5. Provinsi DKI Jakarta, atas nama Saida Adiningtya, SMPN 9 Jakarta
6. Provinsi Sulawesi Selatan, atas nama Muhammad Nur Fadil, Sanggar Seni SMKN 2 Gowa
7. Provinsi Riau, atas nama Chairunnisa, Sanggar Batin Sembilan
8. Provinsi Papua, atas nama Valdo D Peniel, Sanggar River Kota Jayapura
9. Provinsi Jawa Timur, Sanggar Seni Giri Budaya Spentig Gresik
10. Provinsi Sumatera Barat, atas nama Ikhsan Yovi, Sanggar Seni Nan Gombang

D. Koreografer Terpilih

1. Provinsi Kepulauan Riau, atas nama Rendy Saputra, judul karya Yok Belanja

2. Provinsi Jawa Timur, atas nama Thalita Ayu Safitri, judul karya Damar Karung
3. Provinsi Kalimantan Barat, atas nama Ulan, judul karya Same Mulong
4. Provinsi Sulawesi Selatan, atas nama Andi Muhammad, judul karya Tari Karaeng Pattingalloang
5. Provinsi Sulawesi Tenggara, atas nama Muhardi, judul karya Sanggar Campuh Dona Jaya

E. Grup Penyaji Terpilih
1. Provinsi Maluku Utara, Sanggar Castle of Art, judul karya Tangis Sasadu
2. Provinsi Sulawesi Selatan, Sanggar Seni SMKN 2 Gowa, judul karya Tari Karaeng Pattingalloang
3. Provinsi Kepulauan Riau, SMPN 26 Batam, judul karya Yol Belanja
4. Provinsi Jawa Timur, Sanggar Seni Giri Spentig Gresik, judul karya Damar Kurung
5. Provinsi Riau, Sanggar Batin Sembilan, judul karya Tari Bayangan Zapin.

Salah satu penari terpilih, I Gede Krisna Adi Putra, mengaku bangga

namun tidak menyangka dirinya bisa terpilih. “Bangga sekali, tapi tidak menyangka bisa menjadi salah satu penari terpilih, banyak penari lain yang tampil sangat baik,” kata Krisna. Ia bertekad terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya di bidang seni tari. (Nur Widiyanto / Alfia Nur Rosmelia)

 

Baca Juga :