DESKRIPTIF TENTANG PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN

DESKRIPTIF TENTANG PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN

DESKRIPTIF TENTANG PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN
DESKRIPTIF TENTANG PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN
Pembangunan Indonesia di bidang pendidikan dewasa ini dapat dilihat dari peningkatan sistem pelaksanaan pendidikan yang diusahakan dari waktu ke waktu. Seperti tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menggariskan bahwa pembangunan di bidang pendidikan adalah upaya mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Depdiknas, UU No. 20 Th. 2003 : pasal 3).
Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28c ayat 1 dan 2 disebutkan bahwa : setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia (Gayo, 2003 : 14).
Peningkatan mutu pendidikan menjadi kewajiban semua pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan. Salah satu usaha dalam peningkatan mutu pendidikan adalah penyediaan perpustakaan sebagai sumber belajar yang dapat memberikan fasilitas belajar.
Pengajaran merupakan suatu sistem yang mempunyai komponen yang saling terkait untuk mencapai suatu tujuan. Salah satu komponen dari sistem pengajaran adalah sumber belajar yang dapat dipergunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar (Syah, 2000 : 249). Kegiatan belajar mengajar memerlukan interaksi dengan sumber belajar. Agar diperoleh hasil yang maksimal dengan tingkat interaksi yang tinggi, maka proses interaksi perlu dikembangkan secara sistematik. Pengembangan proses interaksi dengan sumber belajar adalah merupakan suatu aktivitas dalam memanfaatkan sumber belajar. Aktivitas yang tinggi hendaknya memanfaatkan sumber belajar yang tersedia secara optimal terutama sumber belajar perpustakaan.

Perpustakaan diharapkan dapat menunjang kelancaran proses belajar mengajar sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai. Pencapaian tujuan ini untuk pengembangan pribadi siswa baik dalam mendidik diri sendiri secara berkesinambungan dalam memecahkan segala masalah, mempertinggi sikap sosial dan menciptakan masyarakat yang demokratis.

Keberadaan perpustakaan di Sekolah Dasar sangat penting artinya karena kegiatan mengajar di kelas pada umumnya bersifat terbatas dan kurang tuntas bahkan seringkali baru merupakan penggerak bagi perkembangan pelajaran siswa.
Salah satu usaha untuk mengatasi keterbatasan kegiatan belajar mengajar adalah dengan menyediakan informasi yang mudah diperoleh siswa. Penyediaan informasi ini berupa buku-buku yang menunjang pencapaian hasil belajar. Hal ini karena buku yang dimiliki oleh siswa sebagai sumber pengembangan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam studinya masih tergolong minim sekali. Berdasarkan hasil pengamatan secara sekilas, banyak siswa yang kurang membaca buku-buku pendukung sehingga jika siswa mendapatkan kosa kata di luar kegiatan belajar mengajar di kelas, mereka kurang memiliki kemampuan seperti yang diharapkan. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan usaha peningkatan aktivitas siswa yakni memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Berdasarkan kenyataan yang ada menunjukkan bahwa tidak semua siswa telah memanfaatkan perpustakaan dengan baik sebagai sumber belajar.