Ayo Jadilah Pemenang di Era Industri 4.0

Ayo Jadilah Pemenang di Era Industri 4.0

Ayo Jadilah Pemenang di Era Industri 4.0
Ayo Jadilah Pemenang di Era Industri 4.0

Ratusan siswa dan mahasiswa se-Kota dan Kabupaten Bogor memadati Gedung Pertemuan

Bagas Raya Cibinong, untuk mengikuti Seminar Nasional Character Building “Winning In Industry 4.0”, Jumat (12/4/2019).

Digelar oleh organisasi Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) dengan pembicara Syafii Effendi yang merupakan entrepreneur muda yang sukses dengan beberapa usahanya dan kerap mengisi seminar motivasi.

Masih dengan tema yang sama, motivator yang sudah melanglangbuana ke berbagai daerah di Indonesia

ini mengajak generasi muda untuk bergerak dan membuat perubahan demi Indonesia yang lebih baik.

Kali ini, Syafii menuturkan ingin mengembangkan semangat anak muda pada fase perjuangan tokoh dunia. Menurutnya, perubahan bisa dimulai dengan semangat anak muda terlebih memasuki industri 4.0 yang terus digencarkan banyak orang.

“Dunia terus berubah, cara berfikir berubah, ekonomi berubah, butuh ilmu-ilmu baru

agar anda bisa bertahan di Era Distruptif ini,” tuturnya.

Ia ingin mengembalikan anak muda ke fase perjuangan. Dimana mereka harus punya nyali seperti Gandhi yang dipenjara 20 tahun untuk kemerdekan India.

“Mereka harus punya kekuatan seperti Helen Killer yang berpikir kritis untuk memberi kontribusi bagi peradaban,” terangnya.

Lebih lanjut, Syafii menyentil angka kemiskinan di Jawa Barat yang mencapai 3,5 juta. “Mereka harus memikirkan Jabar ini punya 3,5 juta orang miskin, 10 persen orang Jabar ini miskin,” imbuhnya.

Maka dari itu pada seminar ini dia memberi materi soal keberanian untuk menyelamatkan bangsa yang dimulai dari anak muda. Dia menyebut, semua tokoh dunia dimulai dari anak muda yang berani mendobrak perubahan demi bangsanya.

Seminar motivasi ini menjadi tour Jawa Barat yang digelar Wimnus. Selain berbicara mengenai semangat anak muda, Syafii juga menjelaskan mengenai peran teknologi, pemuda, dan fungsi strategis terhadap peradaban dunia.

“Hari ini masih tour Jabar, kita masih berbicara soal teknologi, pemuda, fungsi strategis terhadap peradaban dunia khususnya Indonesia, 3,5 juta cukup besar ada di Jabar. Perlu keberanian untuk membongkar kedalam, jadi bukan pencitraan ini saya langsung masuk kedapur seminar,” tandasnya. (*/ysp)

 

Baca Juga :