Tekanan Hidrostatis, Hukum Pascal dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekanan Hidrostatis, Hukum Pascal dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Menurut kamu, apa faktor tersulit dari berenang? Latihan mengambang? Meluncur? Atau pada anggota menyelam? Ya, dibanding berbagai faktor berenang lain, menyelam adalah kegiatan yang paling susah. Ketika menyelam, badan kita seolah terangkat ke atas, sehingga kita memerlukan “usaha lebih” untuk bisa capai dasar. Apalagi kecuali berenang di laut. Semakin dalam anda menyelam, pasti dapat merasa sakit di kepala. Tidak jarang kuping merasa pengang gara-gara tekanan di bawah air.

Kira-kira, kenapa ya hal itu bisa terjadi?

Jawabannya: tekanan hidrostatis.

Dari pengertian di atas, kita bisa sadar kecuali kedalaman dapat berpengaruh pada tekanan yang dihasilkan. Hal lain yang kudu anda menyimak adalah, ketika suatu hal bisa masuk ke dalam air, bermakna massa type benda tersebut lebih besar dari massa type air (1000kg/m3).

Di dalam fisika, kita bisa memilih seberapa besar tekanan yang tersedia di dalam air.

Berdasarkan rumus tekanan hidrotatis itu, muncul kecuali makin tinggi kedalaman air (h), maka tekanan yang dapat didapat terhitung makin tinggi. Makanya, ketika menyelam, makin ke bawah, kita makin merasa tersedia tekanan yang menyebabkan kepala kita sakit.

Misalnya, kita punyai kolam sedalam 3 meter. Lalu kita mendambakan mengkalkulasi perbedaan tekanan selagi berenang di kedalaman 0,5 m dan selagi berada di dasar. Bagaimana caranya? Apa kita kudu menyelam dan merasakan bedanya tekanan di kepala kita pada di 0,5 m dan dasar secara langsung?

O pasti tidak. Tanpa berada di kolam renang pun anda bisa melakukannya. Hal yang kudu anda laksanakan hanya melacak selisih ketinggian pada di dasar dengan di 0,5 m

Nah, sekarang bayangkan di atas kolam tersebut ditaruh piston seukuran luas kolam yang mendorong ke arah bawah. Maka, si air dapat terjebak dan tidak punyai jalur keluar. Peristiwa terperangkapnya air ini disebut terhitung sebagai “cairan terkurung”.

Lalu, apa yang terjadi?

Blaise Pascal, seorang fisikawan asal Prancis, pada pertengahan 1600an telah memikirkan hal ini. Gile ya. Pemikirannya ini menghasilkan hasil: Apabila kita mengimbuhkan tekanan kepada “cairan terkurung” ini, maka tekanan dari setiap anggota cairan itu terhitung dapat meningkat, cocok dengan besar tekanan yang diberikan.

Gini deh. Misalnya, tersedia gelas memuat air. Lalu di atasnya terkandung piston dengan ukuran yang serupa seperti luas permukaan gelasnya. Piston tersebut menghimpit si air dengan style 5000 Pa, maka tekanan yang tersedia di air dapat meningkat sebesar 5000 Pa.

Lalu, sekitar apa gunanya hukum itu? Memangnya siapa, sih, yang iseng menghimpit gelas dengan piston kayak gitu? Eits, jangan salah. Kalau anda menyebabkan sebuah tabung memuat air yang di kedua ujungnya terkandung piston gimana?

Di situ lah manfaat hukum pascal. Ingat bahwa tekanan adalah style dibagi dengan luas permukaan. Itu artinya, seumpama kita “memperbesar” luas permukaan keliru satu piston, maka style yang dihasilkan pun dapat jadi tambah besar juga.

Itu artinya, kita tidak kudu repot-repot mengimbuhkan style yang besar untuk mengangkat mobil, misalnya. Atau segala hal yang memanfaatkan hidrolik.

Wah, ternyata banyak ya pemanfaatan hukum pascal di kehidupan sehari-hari.

Selengkapnya : https://www.gurukelas.co.id/