SIT Al Iman Bogor Gelar Kontes Kelas Tahfizh Terbaik

SIT Al Iman Bogor Gelar Kontes Kelas Tahfizh Terbaik

SIT Al Iman Bogor Gelar Kontes Kelas Tahfizh Terbaik
SIT Al Iman Bogor Gelar Kontes Kelas Tahfizh Terbaik

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Iman kembali menggelar kontes kelas terbaik tahfizh. Kontes tersebut dilaksanakan di SIT Al Iman, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/3) lalu.

Murid-murid TK menampilkan hapalan yang dicapai sebagai pembuka di awal acara. “Kontes ini dilaksanakan setiap akhir bulan. Kontes Maret 2019 merupakan kontes kelas terbaik tahfizh yang ketiga. Teknis pelaksanaannya lebih kondusif, teratur dan lebih baik. Marhalah hapalan pun semakin bertambah,” kata Ahmad Farid, penanggung jawab program tahfizh, dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (31/3).

Ia menambahkan, bahkan dalam bacaannya pun semakin bagus dan fasih. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah tahsin (pembagusan). Setelah penampilan bacaan dan hapalan anak, juri/instruktur akan mencatat koreksinya yang selanjutnya disampaikan kepada guru kelas untuk diperbaiki melalui kegiatan pembiasaan tahfizh setiap hari.

“Mereka yang hapalannya paling banyak, lancar bacaan dan bagus tajwidnya, dan yang memiliki lagham (nada) yang bagus yang terpilih menjadi kelas terbaik,“ ujar Farid menjelaskan mekanisme penilaian.

Predikat kelas tahfizh terbaik bulan Maret kembali diraih kelas 5 Al-Khayyam. Menurut Warti, guru kelas 5 Al-Khayyam, pembinaan tahfizh setiap hari mengulang dua surat yang sudah dihapal pada juz 28 yaitu surat Al-Munafiqun dan surat At-Taghabun. Pembinaan hapalan tersebut baik per individu maupun berkelompok.

“Kami guru kelas 5 dan guru tahfizh, yakn Ustaz Hafiz selalu bekerja sama dalam pembinaan siswa yang belum mencapai target hapalannya. Setelah itu dilombakan antarkelompok agar anak-anak lebih bersemangat untuk mempertahankan hapalan yang telah mereka hapal,” ujar Warti.

Pada kontes tahfizh kedua yang digelar Februari lalu, kelas tahfizh terbaik disematkan kepada kelas 3 Al-Farabi. Menurut Nur Azizah, guru kelas 3 Al-Farabi, metode menghapal yang diterapkan dengan menambah dan mengulang hapalan setiap pagi dan sebelum pulang membuat anak-anak bisa menuntaskan hapalannya. “Bahkan guru juga dengan sendirinya ikut menghapal surat yang dihapalkan anak-anak,” tuturnya.

Ada tiga surat yang menjadi target pada semester 2 yaitu surat Al-Muddatsir, surat Al-Muzzammil dan surat Al-Jin. “Bimbingan menghapal di kelas memang butuh ketelitian/kefasihan, suara yang lantang dan harus ekstra dalam menyampaikan ayat ke anak agar mereka mudah menghapalnya,” ungkap Azizah menjelaskan strategi pembelajaran yang digunakan.

Ia menambahkan, selain mereka mendapat nilai baik, juga menjadi kebanggaan bagi dirinya

. “Untuk menang dikontes pun saya ga nyangka, mungkin itu bonus agar mereka bisa semangat menghapal lagi. Alhamdulillah, respons baik dari orang tua yang sangat bangga anak-anaknya bisa meraih predikat kelas terbaik,” tutur Azizah.

Farid mengutarakan harapannya agar kegiatan ini terus menerus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga siswa semakin termotivasi untuk gemar membaca dan menghapal Alquran. Siswa mencintai Alquran dan menerapkan nilai kandungan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“Jumat terakhir setiap bulan merupakan momen spesial bagi siswa-siswi SIT Al Iman

. Pada hari itu mereka terlihat lebih antusias karena akan menampilkan dan menunjukkan hapalan,” tutur Farid.

Ketua Yayasan Perguruan Al Iman, Afrizal Sinaro mengatakan, melalui program menghapal dan mengkaji Alquran

, Al Iman berkomitmen menghasilkan generasi Qurani dan berkarakter Islami. “Tahfizh Alquran merupakan program unggulan di SIT Al Iman, dan saya selalu memotivasi guru-guru untuk bersama-sama menyukseskan program ini,” ujarnya.

 

Baca Juga :