Mengubah Apa Itu Kelenjar Pineal

Mengubah Apa Itu Kelenjar Pineal

Mengubah Apa Itu Kelenjar Pineal
Mengubah Apa Itu Kelenjar Pineal

Kelenjar Pineal

adalah kelenjar yang paling misterius di dalam tubuh manusia. kelenjar ini mengeluarkan hormon yang sangat ampuh yang disebut Melatonin, yang membuat pikiran menjadi introvertif yang memberikan rasa kebahagiaan tanpa batas serta kesadaran yang lebih tinggi.

Sebenarnya Kelenjar Pineal ini

menghasilkan dua macam hormon penting dalam mengendalikan aktifitas manusia. Kelenjar ini berfungsi juga mengeluarkan hormon Serotonin yang memberikan pengaruh semangat untuk melakukan aktifitas fisik. Ini terjadi khususnya pada siang hari dimana kelenjar-kelenjar yang dibawahnya sangat aktif karena kegiatan fisik tubuh. Sebaliknya pada malam hari dimana semua kelenjar-kelenjar dibawahnya menjadi kurang aktif, kelenjar ini mencapai puncak fungsinya mengeluarkan hormon Melatonin.

Kelenjar pineal berfungsi

mengatur irama bagun-tidur yang disebut irama sirkadian (sleep-wake alert, circadian circle). Kelenjar Pineal dan hormon yang dihasilkannya, bekerja berdasarkan rangsangan cahaya. Semakin meredup cahayanya, maka semakin banyak hormon ini dihasilkan. Semakin banyak hormon ini beredar ke seluruh tubuh, maka tubuh kita merespon dengan rasa kantuk. Mekanisme ini merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh, karena dengan beristirahat, tubuh kita memiliki cukup waktu untuk mereparasi sel-sel tubuh yang rusak.

Jika hormon ini bekerja berdasarkan rangsangan cahaya, apa pengaruhnya?

Yang paling sederhana

ada beberapa orang yang mengeluh harus mematikan lampu sebelum tidur. Ada yang hanya dengan menutup mata sudah bisa tidur. Semua adalah cara untuk mengurangi masuknya rangsangan cahaya. Inilah pentingnya penerangan yang cukup ketika belajar. Bagi pembaca yang ingin lembur malam, coba saja menyiapkan penerangan yang cukup agar rangsangan cahaya yang masuk bisa menghambat dihasilkannya hormon ini.

Selain itu, orang buta total mengalami kesulitan untuk mengatur irama sirkadiannya karena tak cukup rangsangan cahaya masuk ke dalam matanya.

 

Baca Artikel Lainnya: