BPBD Harus Cepat Tanggap

BPBD Harus Cepat Tanggap

 

BPBD Harus Cepat Tanggap

Kota Bogor merupakan salah satu daerah yang rawan bencana

Sebab, secara geografis kondisinya rawan longsor dan banjir. Untuk itu, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor untuk cepat tanggap terjun ke lapangan menanggulangi bencana.

Hal tersebut disampaikan Bima saat menghadiri launching program Sigap 3 sekaligus memperingati hari jadi BPBD Kota Bogor ke-3 di Hotel Salak Tower, Kota Bogor, Rabu (31/01/2018).

Selain kondisi geografis

Di Kota Bogor juga saat ini banyak berdiri gedung-gedung tinggi. Hal ini tentunya berkaitan dengan tata ruang dan keamanannya. Kemudian juga bagaimana kesiapan manakala ada peristiwa-peristiwa gempa, kebakaran, banjir dan lainnya. Bima menyebutkan, kesiapan menghadapi bencana bukan hanya sekedar bergerak cepat ketika terjadi banjir dan longsor, tetapi jauh lebih kompleks dari itu.

Kendala kita adalah pertama, yaitu faktor struktur

Kedua, anggaran. Kebutuhan dana untuk penanggulangan bencana baik dalam konteks tanggap daruratnya maupun yang permanen,” jelasnya.

Kemudian kendala yang ketiga, yaitu regulasi

Saat ini masih ada yang khawatir untuk mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana karena jika salah bisa dipidana, walaupun niatnya untuk membantu. “Masalah ini yang sekarang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk diselesaikan,” sebutnya.

Kendala selain soal struktur dan anggaran lanjutnya, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam kesiapan menghadapi bencana. Kota Bogor menurutnya harus selalu sadar tentang segala dinamika tersebut.

“Pemkot Bogor tidak bisa sendiri, butuh bantuan dari pusat dan bantuan CSR dari Catholic Relief Services (CRS) yang akan segera dikerjasamakan terkait kesiapsiagaan bencana. Pemerintah Kota sangat terbuka karena ini merupakan isu kemanusiaan,” katanya.

Artikel terkait: