Belajar menjadi penyuluh pertanian yang Profesional

Belajar menjadi penyuluh pertanian yang Profesional

Peranan mutlak Belajar menjadi penyuluh pertanian yang Profesional dan sukses yang sampai waktu ini tetap menjadi soal pokok bagi petani adalah masalah tugas dan kewajibanya. Ada beberapa daerah yang sebetulnya petani menilai bahwa penyuluh pertanian yang selayaknya menjadi contoh, ini tambah menjadi sebuah kendala.

Pemerintah belum tahu betul bagaimana kondisi pertanian di indonesia yang sebenarnya. Mereka para petani belum merata keejahtraannya sebagai petani dan sebagai penyuluh.

Yang perlu kita lakukan adalah penguatan SDM pada petani dan penyuluh, pengetahuan basic tentang berorganisasi dan langkah tingkatkan produksi. Lalu bagaimana langkah basic untuk menciptakan hal itu ?

Manusia dapat rela lakukan apa pun jikalau :

1. Mereka jadi terganggu
2. Suasana mengancam
3. Merasakan kesusahan di dalam hal apun.
4. Merubah hal lebih baik dari sebelumnya.

Kita dapat mengupas bagaimana peran yang dilaksanakan penyuluh pertanian.

Saya anggap pembelajaran ini adalah basic dari keseluruhan tentang pekerjaan penyuluh pertanian dan kita sebagai petani. Belum termasuk pada mengisi pada petunjuk ini, menjadi jikalau anda meninggalkan basic ini dapat menjadi dapat tidak nyambung jikalau kita bahas.

Berikut ini petunjuk penyuluh pertanian :

Penyuluhan pertanian adalah pengembang sebagai pelaku pembangunan dibidang pertanian yakni petani sebagai pelaku agribisnis lainnya. Keberhasilan penyuluhan pertanian dapat berkorelasi positif dengan keberhasilan pembangunan pertanian, penyuluhan pertanian memiliki kaitan yang kuat dengan pembangunan pertanian.

Perubahan yang terjadi di dalam pembangunan pertanian dapat memiliki konsekuensi langsung pada perlunya pergantian di dalam penyuluhan pertanian.

Apabila dibandingkan dengan jaman sebelum saat krisis, pada jaman setelah krisis terjadi pergantian context maupun content pembangunan pertanian. Perubahan-perubahan ini dapat melahirkan kebutuhan perlunya pergantian penyuluhan pertanian sehingga penyuluhan pertanian dapat berdayaguna dan sukses fungsi di dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.

Sejalan dengan pergantian tersebut maka sistem kerja penyuluh pertanian perlu sesuai dengan kebutuhan pergantian yang terjadi. Sistem kerja penyuluhan pertanian yang baru berorientasi hanya pada sistem budi daya, usaha tani, saat ini perlu berorientasi pada usaha tani yang berwawasan agribisnis yang termasuk 4 (empat) subsistem. Maka petunjuk sistem kerja penyuluhan pertanian yang baru ini sangat diperlukan.

1. Penyuluhan Pertanian

Sistem pendidikan luar sekolah di bidang pertanian untuk petani nelayan dan terlihat gmya serta anggota masyarakat pertanian sehingga dinamika dan kemampuannya daram melakukan perbaikan kehidupan dan penghidupannya dengan kapabilitas sendiri dapat berkembang sehingga dapat tingkatkan fungsi dan peran sertanya daiam pembangunan pertanian.

2. Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian

Suatu kegiatan pendayagunaan segala sumber daya penyuluhan pertanian di beragam tingkat berdasarkan prinsip kerjasama yang serasi, cocok dan terpadu pada masyarakat petani/nelayan dengan pemerintah dan pada pemerintah daerah dengan pemerintah pusat di dalam rangka mewujudkan kondisi yang sebaik-baiknya bagi keberhasilan program pembangunan pertanian

3. Penyuluh Pertanian PNS

Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada suatu organisasi lingkup pertanian untuk lakukan kegiatan penyuluhan Pertanian.

4. Penyuluh Pertanian Terampil

Jabatan fungsional penyuluh pertanian keterampilan yang di dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu.

5. Penyuluh Pertanian Ahli

Jabatan fungsional penyuluh pertanian keahlian yang di dalam pelaksanaan pekedaannya didasarkan atas tekun pengetahuan pengetahuan, metodologi dan teknik pemikiran tertentu.

6. Koordinator Penyuluh Pertanian

Seorang penyuluh pertanian baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat lapangan yang memenuhi syarat-syarat kesenioran baik di dalam hal kepangkatan, pengalaman/masa kerja, jabatan penyuluh pertanian prestasi dan dedikasi kerja yang secara tekhnis fungsional ditentukan/ditetapkan oleh Kepala Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan.

7. Penyuluh Pertanian Tingkat Kabupaten

Penyuluh pertanian yang sesuai dengan kebutuhan dan persyaratannya bertugas/ditempatkan di tingkat kabupaten/KPPKP.

8. Penyuluh Pertanian Lapangan

Penyuluh pertanian (baik pakar atau terampil) yang bertugas di tingkat lapangan (Unit Penyuluhan Pertanian/Wilayah Binaan Penyuluh Pertanian)

9. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)/Unit Penyuluhan Pertanian (UPP)

Wadah koordinasi grup jabatan fungsional penyuluh pertanian di tingkat lapangan yang dibentuk sebab kebutuhan tekhnis fungsional merupakan instalasi grup jabatan fungsional penyuluh pertanian kabupaten di tingkat kecamatan.

10. Wilayah Binaan Penyuluhan Pertanian

Wilayah kerja penyuluh pertanian yang terdiri atas satu kesatuan lahan usahatani berbasis agribisnis (berdasarkan komoditas tanaman pangan, peternakan, perikanan) dibatasi oleh lokasi administrasi 2-3 desa/kelurahan yang membawa karakteristik lahan usahatani berwawasan agribisnis relatif sama.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/