3 Pilar Utama dalam Membangun Karakter Jujur pada Anak

3 Pilar Utama dalam Membangun Karakter Jujur pada Anak

3 Pilar utama dalam membangun karakter jujur pada anak – Seorang anak telah miliki potensi dan dan karakter jujur sejak dilahirkan. Namun lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan penduduk bakal berpengaruh dalam perkembangan potensi dan karakter jujur tersebut.

Pengaruh lingkungan internal dan internal yang kondusif bakal menumbuhsuburkan segala potensi dan karakter jujur. Penanaman karakter jujur yang bagus di lingkungan keluarga sejak dini bakal berkembang dengan baik jika lingkungan sekolah dan penduduk seiring dalam membangun karakter anak.

Karakter jujur dapat dipandang dalam dimensi jujur kepada diri sendiri, jujur kepada Allah SWT dan jujur kepada orang lain. Jujur kepada diri sendiri mengenai dengan mengakui kesalahan dan kekurangan diri sendiri dan juga berusaha untuk memperbaikinya.

Begitu pula kepada Allah SWT.yang ditandai dengan ketaatan dalam melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT.

Dimensi jujur kepada orang lain, termasuk kedua orangtua dan bagian keluarga lainnya. Anak yang jujur bakal mendapat keyakinan dari orang lain sehinga jadi tenang dalam hidup. Jujur kepada Allah SWT bakal mendapat pahala. Sedangkan jujur kepada diri sendiri bakal membawa dampak jiwa bakal tentram.

1.Pilar keluarga
Keluarga berperan mutlak dalam menumbuhkan nilai-nilai kejujuran pada anak. Orangtua jadi pendidik utama dan pertama untuk menanamkan karakter jujur lewat metode pendidikan yang dianut dalam lingkungan keluarga.

Karakter jujur tidak dapat diajarkan lewat doktrin belaka melainkan lewat misal dan keteladanan orangtua. Jika kedua orangtua telah membiasakan diri sejak awal bersikap dan bertingkah laku jujur, anak bakal menurutinya. Anak pada hakikatnya lebih condong menyontoh sikap dan karakter orangtua.

Cukup beralasan mengapa lingkungan keluarga jadi pilar utama dalam menanamkan karakter jujur pada anak. Anak mengawali kehidupan dari lingkungan keluarga sebelum saat terjun ke lingkungan lain (sekolah dan masyarakat).

Untuk mengontrol perkembangan karakter jujur pada anak sesungguhnya mesti dimulai sejak dini di lingkungan keluarga. Kedua orangtua benar-benar berperan dalam pemantauan karakter jujur pada anak. Namun hal ini, jadi problem yang tidak enteng dalam pembinaan karakter jujur pada anak.

Pendidikan karakter anak ibarat filosofi bambu. Bambu dapat dibentuk dan diolah kala tetap kecil dan muda. Begitu pula dengan karakter anak. Anak yang telah tertanam karakter jujur dari kecil setelah remaja dan dewasa terbiasa jujur.

2.Pilar sekolah
Anak yang mula-mula berkarakter jujur bakal beralih jadi pembohong atau pendusta jikalau mereka berada di lingkungan yang tidak cukup kondusif. Namun anak yang berada dalam lingkungan sekolah yang baik bakal menumbuhsuburkan nilai-nilai kejujuran yang telah dimiliki anak.

Sistem dan sistem yang berjalan di lembaga sekolah hendaknya berorientasi pada nilai kejujuran peserta didik. Hasil yang hendak diraih mesti diraih dengan kejujuran. Larangan mencontek dalam ujian merupakan tidak benar satu wujud sistem penanaman nilai kejujuran pada peserta didik.

3.Pilar masyarakat
Selain di lingkungan keluarga dan sekolah, anak bakal bergaul di lingkungan penduduk di sekitarnya. Warga penduduk area di mana anak berada berkewajiban mengontrol nilai-nilai karakter jujur pada anak.

Jika anak melaksanakan kecurangan atau kebohongan, penduduk di mana anak bergaul mesti mengingatkan. Hal ini bukan memarahi melainkan mengingatkan pada anak bahwa kejujuran itu penting. Orang jujur bakal disenangi oleh penduduk dan disayangi oleh Allah SWT.

Penanaman dan pengembangan karakter jujur pada anak sesungguhnya tidak semudah membalik telapak tangan. Kedua orangtua maupun guru di sekolah mesti mencermati masalah karakter jujur ini lewat misal dan tauladan yang nyata.

Sistem dan sistem pendidikan di lembaga sekolah mesti berorientasi pada penanaman nilai karakter jujur pada anak lewat disiplin pengetahuan yang dikembangkan di sekolah. Namun lingkungan penduduk di kurang lebih anak mesti secara proaktif menunjang gerakan penanaman karakter jujur pada anak.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/